BANTU SEBARKANN..!!! KASIAN...!! BAYI INI DI SIKSA IBUNYA, YG SUDAH NONTON TOLONG SEBARKAN, AGAR ORANG TUANYA CEPAT KETANGKAP - ISLAM POSS
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BANTU SEBARKANN..!!! KASIAN...!! BAYI INI DI SIKSA IBUNYA, YG SUDAH NONTON TOLONG SEBARKAN, AGAR ORANG TUANYA CEPAT KETANGKAP

Sahabat Ummi, pernahkah menghukum anak? Dengan mengatainya atau memukulnya karena kesal? Sesungguhnya dalam Islam, menghukum anak dengan kekerasan tidaklah diperbolehkan, ada aturan dalam memberi hukuman pada anak.
Anak merupakan amanat Allah SWT. Ia bisa menjadi anugerah dan tidak sedikit menjadi fitnah baik di dunia dan di akhirat kelak, mereka dapat merupakan aset kita dan hal ini akan terwujud bila orangtua dalam merawat, mendidik serta membimbing mereka dengan cara-cara yang telah disyariatkan secara islami. Adapun menjadi fitnah jika kita selaku orangtua memperlakukan mereka tidak sesuai dengan tuntunan yang islami pula.
Dalam perjalanan kehidupan keseharian, ada saja tingkah polah anak yang menggemaskan bahkan tak jarang menjengkelkan dan dapat memicu kemarahan orangtua, hal itu bisa terjadi karena ketidak tahuan mereka ataukah karena ingin mendapatkan perhatian lebih sehingga membuat perilaku yang tidak diinginkan, ataukah memang ada kesengajaan karena setiap anak dibekali dengan rasa ingin tahu yang besar akan segala sesuatu sehingga atas ketidak tahuan mereka sesekali dapat melanggar aturan-aturan atau norma yang menurut orangtua tidak baik.
Berikut cara menghukum anak yang tidak dibenarkan dalam islam:
1.Memukul wajah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memukul muka seperti sabda beliau, “Jika salah seorang dari kamu memukul, maka hendaknya dia menjauhi (memukul) wajah.”
2.Menampakkan kemarahan yang sangat
Ini juga dilarang kerana bertentangan dengan amalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bukanlah orang yang kuat itu diukur dengan kuatnya dia melawan, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah."
3.Memukul di dalam keadaan sangat marah
Dari Abu Mas’ud al-Badri, dia berkata, “(Suatu hari) aku memukul budakku (yang masih kecil) dengan cemeti, maka aku mendengar suara (teguran) dari belakangku, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Akan tetapi, aku tidak mengenali suara tersebut kerena kemarahan (yang sangat). Ketika pemilik suara itu mendekat dariku, maka ternyata dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Baginda berkata, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Maka aku pun melempar cemeti dari tanganku, kemudian beliau bersabda, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Sesungguhnya Allah lebih mampu untuk (menyiksa) kamu daripada apa yang kami siksakan terhadap budak ini,’ maka aku pun berkata, ‘Aku tidak akan memukul budak selamanya setelah (hari) ini."
4.Bersikap terlalu keras dan kasar
Sikap ini jelas bertentangan dengan sifat lemah lembut yang diajar oleh Islam sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang terhalang dari sifat lemah lembut, maka dia akan terhalang dari mendapat kebaikan.”
5.Memukul dengan benda keras sehingga berbekas
Ini juga dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebaik-baiknya gunakan rotan yang tidak boleh mendatangkan kecederaan dan berbekas pada kulit. Menghukum dengan rotan dibolehkan dengan tujuan untuk memberikan peringatan kepada anak. 
Banyak psikolog melarang orang tua menghukum anak secara fisik, karena dapat berlanjut ke kekerasan fisik. Akibatnya menyebabkan keseimbangan emosi anak terganggu. Bahkan, tak jarang perilaku anak juga bisa makin 'liar'. Meski orang tua hanya sesekali memukul anak, tetap saja dapat membuat anak cenderung mudah stres dan tidak percaya diri. Masalahnya ketika anak berbuat kesalahan, hampir 90 persen orang tua mengaku pernah memberikan hukuman fisik.
Jika sudah terlanjur harus menghukum anak, tentunya dengan maksud mendidik, memberi pengajaran tetap berpatokan tanpa harus melukai fisik mereka, menurut salah satu penelitian dengan membentak pun lebih dari 10 trilyun sel-sel dalam otak anak yang sedang tumbuh berkembang, satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga yang dapat berakibat anak menjadi bebal atau apatis, seringkali tidak peduli terhadap suatu hal, memiliki pribadi yang tertutup, minder dan takut mencoba hal-hal baru, anak akan memiliki sifat pemarah, egois dan judes karena dibentuk dengan kemarahan orangtuanya serta memiliki sifat menantang, keras kepala, agresif dan suka membantah. 
Beberapa hal terakhir yang disebutkan diatas seringkali sebagai pemicu awal anak mendapatkan hukuman karena seringkali itu pula keegoisan orangtua dipertaruhkan, mind set orangtua adalah anak penurut merupakan anak yang ideal namun itu tidak sepenuhnya benar.  apa yang harus Sahabat Ummi lakukan jika hukuman harus tetap dijalankan untuk mendisiplinkan anak?  Hal pertama yang harus Sahabat Ummi lakukan tentunya pencari penyebab kenapa anak tersebut berperilaku demikian dan yang kedua berikan pelukan sebelum memutuskan untuk memberikan hukuman karena menurut penelitian pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga. 
Seperti yang dilansir  oleh SekolahDasar.Net dari Parenting.co.id (09/12/2014), sesuai dengan penelitian dari Dr. Paul Frick, salah satu pengajar dari University of New Orleans, Amerika Serikat,  menyimpulkan tiga hukuman untuk anak berikut ini adalah yang paling efektif dibandingkan memukul, yaitu:
 
1.Mendiamkan atau memberikan mereka waktu sendiri untuk merenungi kesalahannya. setelah itu, baru ajak dia mengobrol menanyakan apa alasan anak berulah.
2.Tidak memperbolehkan anak melakukan aktivitas favoritnya untuk sementara waktu. Misalnya, tak diizinkan bermain game atau internet dan menonton televisi selama seminggu.
3.Bagi anak yang berusia di atas lima tahun, akan lebih baik jika diberi hukuman tugas rumah tambahan.
4.Tipe hukuman selanjutnya dengan menggunakan tipe hukuman untuk mendisiplinkan anak dan fokus pada konsistensi, seperti setiap selesai melakukan pekerjaan harus membereskan kembali apa yang telah ia gunakan.

Posting Komentar untuk "BANTU SEBARKANN..!!! KASIAN...!! BAYI INI DI SIKSA IBUNYA, YG SUDAH NONTON TOLONG SEBARKAN, AGAR ORANG TUANYA CEPAT KETANGKAP"